Beranda » Desain Advertising » Apa Itu Desain Thinking?

 

Sering kali kita menemui orang yang memuji hasil karya kita dengan cara mengucapkan “Wah, Keren!”. Desain itu tentang estetika, tentang beautifying thing. Tapi tulisan ini bukan tentang itu. Ada harapan dan premis baru bahwa desain bukan hanya perkara cantik atau keren.

Lebih dari itu, desain tentang memecahkan masalah. Desain lah yang menyederhanakan hal-hal yang mulanya kompleks. Desain memadukan ilmu pengetahuan dan kreativitas, mencampurkan mana yang mulanya rasional lebay menjadi renyah dan mudah dijangkau banyak kalangan. Ada sense of emotional dalam karya yang diciptakan.

Design Thinking inilah yang selanjutnya menjadi ilmu yang asik dipelajadi saat ini. World Economic Forum menyebutnya sebagai obat mujarab untuk menjawab masalah manajemen dalam bidang kesehatan, transportasi, pendidikan dan lain sebagainya.

Design Thinking umumnya didefinisikan sebagai proses analitik dan kreatif yang melibatkan seseorang dalam kesempatan untuk melakukan eksperimen, pembuatan dan model prototipe, mengumpulkan umpan balik, dan mendesain ulang. Proses kreatif inilah yang dapat diadopsi di banyak hal oleh siapapun, dalam usaha manapun.

 

“Masa depan dunia diselamatkan oleh desain”

Ridwan Kamil mengatakan ini dalam TEDx. Ia membawa banyak ide segar dari Bandung. Salah satunya adalah mensiasati tarif listrik yang sedang naik dengan melakukan bersepeda di solar-vehicle untuk menghasilkan daya listrik melalui keringat sendiri. Pemkot bandung juga membuat taman bacaan dan melukis kambar-gambar lucu ditembok perkampungan kumuh yang pada akhirnya menjadi objek wisata lokal.

Desain mengkombinasikan teknologi dan human behavior. Human-Computer-Interaction (HCI) menjadi hal yang harus diperhatikan desainer, karena teknologi diciptakan dari, oleh, dan untuk manusia. Jika manusia tidak nyaman dengan kehadiran teknologi, maka yang salah adalah teknologi itu sendiri. Di titik ini kita sesungguhnya berbicara mengenai user experience dan user interface, dua pedang para desainer teknologi di produk virtual.

 

Bagaimana Design Thinking memecahkan masalah didunia?

Design Thinking mempunyai manfaat diberbagai bidang, termasuk kesehatan dan pendidikan.

“We need more right-brained thinkers in medicine, and most of us don’t realize that everything in health care is design”

Tahun 2050 penduduk dunia meningkat tajam, dan yang menjadi isu adalah bagaimana cara meng-cover kesehatan mereka di era yang serba canggih. Untuk perkara ini, para health-care design memunculkan banyak ide yang berbasis human, antaranya arsitektur rumah sakit yang menyenangkan dan homey. Aplikasi teknologi yang dapat merekam kesehatan pasien, serta pengelolaan data yang efisien.

Di bidang pemertintahan, Kementerian Tenaga Kerja di Singapura design thinking untuk membantu orang yang tinggal dan bekerja disana.

Di bidang pendidikan, design thinking membuat transfer pengetahuan yang disampaikan oleh guru ke siswa menjadi menyenangkan. Seni bercerita menjadi kemudahan siswa dalam menyerap pelajaran yang diberikan. Melalui design thinking pula, Ruang Guru, Coursera, Udemy dan lainnya menjadi jembatan mahasiswa di seluruh dunia untuk belajar apa yang mereka inginkan tanpa kendala jarak dan waktu.

Bayangkan saja jika setiap orang belajar dan menggunakan design thinking di masing-masing pekerjaan mereka, dan negara mendorong “gerakan” design thinking, bagaimana jadinya? Akan ada berapa banyak orang yang akan diuntungkan?

Tertarik untuk mencoba Design Thinking?

Ayo sebar manfaat artikel ini dengan SHARE:

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.