Beranda » Desain Advertising » 5 Kesalahan yang Kerap Dilakukan Desainer Grafis Saat Membuat Tipografi !

Tipografi secara umum merupakan suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf. menciptakan kesan tertentu dalam sebuah tipografi harus relefan sehinga dapat memudahkan para pembaca untuk menerima maksud yang ingin disampaikan dengan benar. Oleh karena itu, desainer harus mengatur dan memahami tipografi dengan baik.

Hindari beberapa kesalahan umum berikut ini yang sering dilakukan oleh desainer grafis dalam membuat tipografi.

Kurangnya Leading

Leading merupakan jarak antar dua baris pada tulisan yang Anda buat. Dalam membuat tipografi. Leading berfungsi untuk meningkatkan kemudahan pembacaan teks dalam sebuah halaman. Sebenarnya, tidak ada pemilihan jarak yang tepat untuk mengatur leading, namun penilaian estetika bisa menjadi dasar bagaimana kemudahaan pembacaan pada teks itu sendiri.

Kurangnya Tracking

Tracking mengacu pada ruang antar huruf di seluruh kata atau frase. Semakin besar tracking, semakin banyak pula karakter yang membentuk sebuah kata dan memiliki ruang di antara kedua sisi. Hal ini hampir sama dengan leading yang bisa meningkatkan keterbacaan ataupun mengurangi tingkat keterbacaan tulisan tersebut di mata pembaca. Peraturan yang digunakan untuk tracking ini cenderung relatif dan bergantung pada jenis font.

Mengabaikan Pengaturan Kerning

Kerning merupakan pengaturan spasi antara dua huruf. Kerning efektif digunakan pada headlines, teks dengan caps lock, dan juga logo. Ketika sedang merancang tipografi, aturlah kerning secara default karena setiap font memiliki kerning ideal yang berbeda.

Menggunakan Terlalu Banyak Jenis Font

Kecenderungan untuk menggunakan terlalu banyak jenis font dalam desainnya adalah kesalahan yang fatal. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah membatasi satu karya maksimal berisi tiga jenis font berbeda. Jenis font yang terlalu banyak dapat membuat desainnya tidak menarik dihati pembaca.

Salah Menentukan Panjang Baris yang Wajar

Ini merupakan masalah keterbacaan lainnya yang juga sering tanpa sadar dilakukan. Panjang baris yang terlalu banyak dapat menghambat pemahaman seseorang terhadap pesan yang ingin disampaikan.

Selain memiliki banyak bentuk yang bernilai estetis, tipografi juga memiliki peran untuk mengomunikasikan informasi dari sebuah halaman ke pembaca. Oleh karena itulah, Anda sebagai seorang desainer harus  memperhatikan beberapa hal ketika membuat tipografi.

 

Ayo sebar manfaat artikel ini dengan SHARE:

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.